kering
sudah rasanya air mataku
terlalu banyak sudah yang terbuang
menangis meratapi hidupku
nasib buruk seorang tuna wisma
langit sebagai atap rumahku
dan bumi sebagai lantainya
hidupku menyusuri jalan
sisa orang yang aku makan
langit sebagai atap rumahku
dan bumi sebagai lantainya
hidupku menyusuri jalan
sisa orang yang aku makan
jembatan menjadi tempat perlindungan
dari terik matahari dan hujan
begitulah hidup yang aku jalani
entah sampai kapan hidup begini
kering sudah rasanya air mataku
terlalu banyak sudah yang terbuang
menangis meratapi hidupku
nasib buruk seorang tuna wisma
langit sebagai atap rumahku
dan bumi sebagai lantainya
hidupku menyusuri jalan
sisa orang yang aku makan
langit sebagai atap rumahku
dan bumi sebagai lantainya
hidupku menyusuri jalan
sisa orang yang aku makan
jembatan menjadi tempat perlindungan
dari terik matahari dan hujan
begitulah hidup yang aku jalani
entah sampai kapan hidup begini
hem hem hem hem hem hem…..
::
by : Rhoma Irama
terlalu banyak sudah yang terbuang
menangis meratapi hidupku
nasib buruk seorang tuna wisma
langit sebagai atap rumahku
dan bumi sebagai lantainya
hidupku menyusuri jalan
sisa orang yang aku makan
langit sebagai atap rumahku
dan bumi sebagai lantainya
hidupku menyusuri jalan
sisa orang yang aku makan
jembatan menjadi tempat perlindungan
dari terik matahari dan hujan
begitulah hidup yang aku jalani
entah sampai kapan hidup begini
kering sudah rasanya air mataku
terlalu banyak sudah yang terbuang
menangis meratapi hidupku
nasib buruk seorang tuna wisma
langit sebagai atap rumahku
dan bumi sebagai lantainya
hidupku menyusuri jalan
sisa orang yang aku makan
langit sebagai atap rumahku
dan bumi sebagai lantainya
hidupku menyusuri jalan
sisa orang yang aku makan
jembatan menjadi tempat perlindungan
dari terik matahari dan hujan
begitulah hidup yang aku jalani
entah sampai kapan hidup begini
hem hem hem hem hem hem…..
::
by : Rhoma Irama

Posting Komentar